Kamis, 03 Maret 2011

Komp.Lembg.Kuangan Perbankan 2

Tugas 2 Komp.Lembaga Keuangan Perbankan
SUMBER DANA BANK dan KLIRING
BAB I PENDAHULUAN
Kegiatan perbankan yang paling poko adalah membeli uang dengan cara menghimpun dana dari masyarakat luas. Kemudian menjual uang yang berhasil di himpun dengan cara menyalurkan kembali kepada masyarakat melalui pemberian pinjaman atau kredit.
Dari kegitan jual beli inlah bank akan memperoleh keuntungan yaitu dari selisih harga beli (bunga simpanan)dengan harga jual (bunga pinjaman). Disamping itu kegitan banklainnya dalam rangka mendukung kegitan menghimpun dan menyalurkan dana adalah memberikan jasa-jasa lainnya. Kegitan ini ditujukan untuk memperlancar kegitan menghimpun dan menyalurkan dana.
Dalam praktiknya kegitan bank dibedakan sesuai dengan jenis bank tersebut. Setiap jenis bank memiliki cirri dan tugas tersendiri dalam melakukan kegiatannya, misalnya dilihat dari segi fungsi bank yaitu anatara kegiatan bank umum dengan kegitan bank pengkreditan rakyat jelas memiliki tugas atau kegiatan yang berbeda.
Kegitan bank umum lebih luas dari bank perkreditan rakyat. Artinya produk yang ditawarkan bank umum lebih beragam, hal ini disebabkan bank umum mempunyai kebebasan untuk mentukan produk dan jasanya.sedangkan bank pengkreditan rakyat mempunyai keterbatasan tertentu, sehingga kegiatannya lebih sempit.
Kemampuan bank memperoleh sumber-sumber menurut dana yang diingikan sangat mempengaruhi kelajutan usaha bank. Dalam mencari sumber-sumber dana bank harus mempertimbangkan beberapa factor seperti kemudahan untuk memperolehnya, jangka waktu sumber dana serta biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh dana tersebut. Dalam praktiknya dana yang tersedia sangat beragam dengan berbagai persyaratan pula. Dalam hal ii bank harus pandai menetukan untuk apa dana tersebut digunakan, seberapa besar dana yang dibutuhkan, sehingga tidak salah dalam menetukan pilihan
Sumber dana yang dapat dipilih disesuaikan dengan penggunaan dana. Sumber-sumber dana yang ada dapat diperoleh dari sumber modal sendiri atau modal pinjaman dari masyarakat luas atau lembaga keuangan lainnya.
Kegiatan bank salah satunya adalah kliring. Dimana penyelanggaran kliring di Jakarta pada awalnya dilaksanakan secara manual. Sejalan dengan meningktnya transaksi perekonomian di Jakarta, pada akhir tahun 1989 saja sudah mencapai 623 bank. Hal ini menyebabkan penyelenggara kliring secara manual dirasakan tidak efektif dan efesien lagi dan suasan pertemuan kliring menjadi tampak ruwet. Melihat kondisi tersebut, Direksi Bank Indonesia dengan SKBI No.21/9/KEP/DIR. tanggal 23 Mei 1988 menetapkan perubahaan system kliring local Jakarta menjadi sitem kliring otomatis.
Maka dapat di jelaskan dari makalah ini secara singkat ulasan minggu kedua dalam pertemuan perkuliahan komputerisasi lembaga keuagan perbankan. Agar mahasiswa dapat memperjelas materi yang diberikan dalam kelas, jadi bukan untuk mengetahui namun juga untuk di pahami.

BAB II PEMBAHASAN
Berikut gambar stuktur portofolio bank

Penjelasan dari dambar diatas adalah
Dari sisi kanan terdapat liabilities yang disebut dengan istilah souerce of fund . Adapun 3 jenis sumber-sumber dan bank tersebut :
1. Dana berasal dari masyarakat luas
Sumber dana ini merupakan dan terpenting bagi kegiatan operasi suatu bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Secara umum kegiatan penghimpunan dana ini terbagi dalam 3 jenis yaitu
• Simpanan Giro (demand deposit)
Melakukan transaksi dengan cara cek dan bilyet giro
• Simpanan Tabungan (saving deposit)
Melakukan transaksi dengan cara ATM, Pinbuk, dan tunai
• Simpanan deposit (time deposit)
Melakukan transaksi dengan cara regular, ATO (automatic roll over), COD (certificate deposit)
Dana yang terbesar dari cash inflow yaitu giro yang berfungsi untuk melayani lalu lintas moneter.
2. Dana berasal securities
Dana yang berasal dari penjualan obligasi (surat hutang) dan kredit liquiditas
3. Dana berasal dari capital
Dana yang berasal dari penghasilan laba yang ditahan (retained caring) dan saham.
Dari sisi itulah bahwa dapat dilihat juga bahwa kegitan BPR (Bank Pengkreditan Rakyat) di batasai dalam kegitan perbankan di bandingkan dengan Bank Umum yaitu menerima simpanan giro, mengikuti kliring, melakukan kegiatan valuta asing, melakukan kegitan perasuransian.Flow akan berjalan jika terpenuhinya interest, trust (Prudent Bank) dan transfer.
Di sisi kiri terdapat Asset (use of fund) terdapat Cash Reseves di sinilah kas masuk pada pihak bank dan R/k yang simpanan pada bank Bank Indonesia. Jika uang di janjikan untuk di ambil oelh nasabah maka uang tunai di bank atau R/k pada BI atau simpanan pada Bank Indonesia. R/k pada Bank Indonesiauntuk setiap Bank Umum harus mempunyaii simpanan sebesar 8%
Loan Kredit salah satu post terbesar dari I2 yang bisa di salurakan ke LDR (Loan to Deposit Ratio) dengan maksimal 110% artinya bank bisa menyalurkan kredit sebesar simpanan bank, LDR juga membantu meningkatakan jumlah uang dan membuat bank menjadi prudent, maka gambar di atas menujukan deposit memiliki Rp 100juta dan sisanya dapat di ambil dari capital sebesar Rp. 10 juta. Sehingga mencukupi 110% dari LDR.
Jika I2 mecari credit cormesil maka tidak membantu usaha kecil/ menengah maka dari itulah pemerintah membuat aturan KUR (Kredit Usaha Rakya) dengan minimal 20%.
Di sisi passive (liabities) jika saldo menambah maka letaknya di kredit dan saldo berkurang di debet, sedangkan untuk asset sebaliknya.

Setelah membahas ulasan singkat temtang liabilities dan asset, kita beralih ke kegitan bank salah satunya kliring. Adapun system kliring anatar bank meliputi system kliring domestic dan lintas negara. Peraturan sitem kliring lintas negar adalah mencakup antar lain :
• Penetapan persyratan bagi Bank Indonesia atau bank dalam keanggotaan pada system kliring yang bersifat regional atau internasional.
• Pengaturan mengenai kesepakatan antara Bank Indonesia atau lembaga linnya sebagai penyelenggara system pembayaran dengan bank sentral dan/atau lembaga penyelenggara system pembayran negara lain yang berkaitan dengan pelalaksaan kliring dan penyelesaina akhir transaksi pembayaran antar bank.

Pokok-pokok ketentuan tentang kliring yang akan ditetapkan dalam Peraturan Bank Indonesia memuat antara lain :
 Jenis peyelenggara kliring yang akandapat dilaksanakan oleh pihak lain.
 Persyaratan dan bentuk hukum pihak lain yang dapat menyelenggarakan kliring.
 Tata cara pemberian persetujuan terhadap pihak yangakan menyelenggarakan kliring.
Warkat yang dapat ikur perhitungan dalam proses kliring domestic di Indonesia (bukan antar negara) adalah cek, bilye giro, surat bukti penerimaan transfer dan wesel untuk transfer kredit.
Berikut gambar alur kliring :

Pada gambar di atas telah menjelaskan proses penerimaan melalui cek yang di terima ny.rivai jika selama Ny.rivai tidak mencairkan ceknya. Artinya di giro Tn.Arapik tidak akan berubah jurnalnya tetapi jika cek itu di masukan ke dalam tabungan Ny.Rivai maka secara langsung Bank BNI sebagai perantara Nota Debet Keluar dengan jurnal debet R/k pada Bank Indonesia karena tempat penyimpanan uang setiap bank umum melalui Bank Indonesia jedi jurnal yang dilakukan Bank Indonesia R/k Bank BNI di debet dan R/k Bank BCA di kredit , dan Nota debet masuk kepada Bank BCA dengan jurnal Giro Ny.indah di ddebet dan R/k kepada Bank Indonesia di kredit. Lain halnya dengan Ny.rivai memberikan uang kepada Tn.Arapik melalui transfer antar bank sehingga jurnal yang dilakukan Bank Indonesia R/k Bank BCA di debet dan R/k Bank BNI di kredit.
Adapun tindakan Bank Indonesia membalikan kliring jika bilyet giro tidak mencukupi dengan uang nasabah yang di berikan kepada nasabah lain. Maka secara langsungpun kliring di balik begitu juga R/k juga dibalik. Bank di di liquiditasi jika bank kalah kliring, namun jika bank tersebut tidak ingin di liquid maka bank tersebut harus menyimpan uangnya sebesar lebih dari 8% di Bank Indonesia. Berikut ringkasan dari warkat kliring dari tabel di atas :

Jika hasilnya + (debet) maka bank bisa di katakana menang kliring, namu jika bank hasilnya – (kredit) sebalinknya di sebut kalah kliring, maka dari itu bank harus di liquidas.
Untuk lebih jelasnya dalam simulasi gambar kliring diatas. Warkat-warkat yang dikelompokkan sesuai peserta. Warkat-warkat tersebut dapat digolongkan menjadi :
• Warkat kliring yang diserahkan oleh masing-masing peserta, yaitu :
 Nota Debet Keluar adalah warkat yang disetorkan oleh nasabah suatu bank untuk keuntungan rekening nasabah tersebut.
 Nota Kredit KeluarI adalah warkat pembebanan ke rekening nasabah yang menyetorkan untuk keuntungan rekening nasabah bank lain.
• Wakat kliring yang diterima dari peserta lain yaitu :
 Nota Debet Masuk adalah warkat yang diserahkan oleh peserta lain atas beban nasabah bank yang menerima warkat.
 Nota Kredit Masuk adalah warkat yang diserahkan oleh peserta lain utuk keuntungan nasabah bank yang menerima warkat.
Kemungkinan-kemungkinan penyelesaian warkat tersebut antara lain :
- Warkat debet dapat diselesaikan oleh masing-masing peserta apabila warkat tesebut memenuhi syarat dan dana yang cukup. Warkat kredit dapat diselesaikan setelah diteliti terhadap kemungkinan kesalahan.
- Warkat debet yang ditolak karena memenuhi persyaratan akan dikembalikankepada peserta yang mengajukan kliring retur nantinya.
- Penolakan disertai dengan Surat Keterangan Penolakan (SKP) yang berisi alas an-alasan penolakan warkat sesuai kententuan. Warkat asli di serahkan kepada peserta yang mengkliringkan dan tembusan pada nasabah penyetor serta peda penyelengara.
- Warkat yang diduga akan kaitan dengan kejahatan harus ditahan dan dikonfirmasikan dengan pihak berwajib.

BAB III PENUTUP
Simpulan
Bank bisa dikatakan liquid jika bank tersebut kalah kliring. Sedangakan untuk dana dari masyarakat termasuk dana terbesar dari suatu liabilities terhadap bank. Dari pengertian di atas kita bisa memahami kliring secara gambaran yang telah dipaparkan. Sehingga dalam praktiknya bahwa bank perkreditan rakyat tidak bisa melakukan kliring, menerima simpanan giro, melakukan kegiatan valuta asing, melakukan kegitan perasuransian.

DAFTAR PUSTAKA

• Sawitri, Peni dkk. April 2007. “Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Universitas Gunadarma. Jakarta.
• Maret 2011. “Kliring”. URL : http://id.wikipedia.org/wiki/Kliring
• Rangkuman dari mata kuliah Komputerisasi Lembaga Keuangan di pertemuan ke dua

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites